Bahaya Medsos, Tak Menyisakan Amal Rahasia

Begitu besarnya manfaat media sosial yang seolah menjadi kebutuhan pokok generasi digital, salah satunya adalah manfaat dalam mengajak kebaikan. Besarnya fenomena hijrah di 3 tahun belakangan, tak bisa dinafikan salah satu peran penting adalah penggunaan media sosial dalam mengabarkan kebaikan ini.

Media sosial bak pisau bermata dua, jika tak pintar-pintar menggunakan dan tak pandai-pandai mengendalikan diri, maka bukan tidak mungkin akan terjebak dalam syahwat eksistensi, segala kebaikan ditujukan agar bisa ditunjukan dalam gegap gempita media sosial.

Niat, di sini letak yang paling krusial, sifat riya dan ingin mendapat sanjungan bagaikan semut hitam yang bergerak di tengah malam gelap gulita di atas batu hitam, tak terlihat, namun terus bergerak menjalar ke sekujur tubuh dan pikiran.

Kendalikan tak ada kata lain agar tak terus bergerak bersama rasa ingin dipuji dan ingin disanjung, bahka lebih akutnya adalah ingin dianggap sebagai tokoh penting dalam sebuah gerakan kebaikan.

Lalu bagaimana menyikapi jebakan syaitan ini ?

Jika kita membaca terjemah Al-Qur’an, lebih dalam membaca tafsir Al-Qur’an surat An-Naas, bagaimana misi syaitan yang tak pernah ada kata henti terus menghembuskan was-was atau bisikan-bisikan jahat dalam hati kita, dalam pikiran kita, bisikan yang seringkali tersembunyi dalam selimut-selimut kamuflase niat, maka istighfar adalah jurus pertama dan utama, untuk kemudian bertaubat lalu selalu memperbaharui niat.

Selain masalah niat, maka salah satu cara menjaga kualitas amal baik kita adalah, dengan memperbanyak amal rahasia yang hanya diketahui oleh diri sendiri dan ALLOH SWT, hendaknya masing-masing kita memiliki project amal rahasia yang tak dibicarakan apalagi diposting di media sosial.

Karena meskipun penuh dengan perdebatan, tak bisa dipungkiri kebaikan yang dikabarkan ke medis sosial akan mampu melahirkan kebaikan berikutnya yang lebih besar. Namun dengan demikian, artinya harus semakin banyak pula amal-amal rahasia yang kita lakukan, sebagai tabungan kebaikan yang tulus, juga keintiman antara kita dengan sang Pencipta.

Segeralah mendeklarasikan rencana project amal-amal rahasia, tak perlu amal yang spektakuler, amal sederhana pun akan menjadi besar jika dilakukan dengan ikhlas dan konsisten dalam masa yang lama.

Seperti perkataan imam syafi’i dalam Ta’thirul Anfas min Haditsil Ikhlas :

Sudah sepatutnya bagi seorang alim memiliki amalan rahasia yang tersembunyi, hanya Allah dan dirinya saja yang mengetahuinya. Karena segala sesuatu yang ditampakkan di hadapan manusia akan sedikit sekali manfaatnya di akhirat kelak.

Project amal rahasia bisa bervariasi, mulai dari yang hanya melibatkan diri sendiri, sampai melakukan setting target da’wah seorang sahabat yang ingin kita ajak untuk Hijrah, sahabat dekat yang ketika dalam kemaksiatan pun kita sangat solider, maka ketika diri kita sudah menikmati indahnya beribadah dan berbuat kebaikan, maka saatnya lah kita melakukan setting target pribadi untuk mengajak satu teman untuk hijrah bersama.

Jangan menyerah ketika dalam perjuangan, karena kewajiban manusia adalah berusaha dan mengajak ke jalan kebaikan, sementara hidayah dan hati hanya milik sang pencipta. Biarkan proses berjalan natural tanpa sikat terburu-buru ingin berhasil, karena usia da’wah ini leih panjang dari usia diri kita.

Lakukanlah kebaikan kawan, jangan tunda lagi, karena usia tak ada yang mengetahui.
Perbanyaklah kebaikan kawan, ajaklah sahabat berbuat kebaikan, sebagai usaha kita untuk memohon kepada sang Pencipta, dalam setiap doa memohon ampun dan berharap berkumpul di dalam syurga bersama teman-teman tongkrongan.

Ajaklah sahabatmu kawan, karena syurga sangat nikmat, syurga sangat indah, dengan keindahan yang belum pernah dirasakan, belum pernah terlihat dan bahkan keindahan yang belum pernah terpikirkan.

Ajaklah sahabarmu kawan, karena kelak kita ingin berkumpul di bawah pohon yang rindang, di samping sungai yang indah di syurga. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *