Ciptakan Tongkrongan Baru, untuk Kembali ke Tongkrongan Lama

Teringat di awal Punkajian mulai berdiri, dimulai dengan kajian rutin pekanan dalam sebuah lingkaran kecil. Ada salah seorang sahabar Punkajian bercerita “Bang… Ane pengen banget sholat jum’at, pas denger adzan ane udah pengen berangkat, eh diledekin temen, tumben sholat, akhirnya ane ga jadi dah sholat jum’at, ga enak sama temen“.

Begitulah dilema seorang anak Punk yang biasa menghisap asap daun cantik di pojokan gudang bersama teman-temannya, saat sudah ada rasa ingin hijrah dan menjadi lebih baik perasaan ga enak dan solidaritas dengan sahabat lama membuatnya menunda untuk bertaubat dan menunda untuk berbuat kebaikan.

Hingga satu saat, sebuah skenario dari ALLOH sahabat Punkajian ini di PHK dari tempatnya bekerja, hingga ia tak lagi bekerja bersama teman-teman satu tongkrongan menikmati asap daun cantik.

Di tengah kegalauan dan permasalahan ekonomi yang dihadapi, dari yang awal memiliki penghasilan tetap per bulan, kini ia menjadi driver ojol yang berpenghasilan tak pasti. Namum sebuah kebaikan yang semoga ini adalah karunia dari sang pencipta, ia menjadi lebih mudah melangkah untuk hijrah, tak lagi ada rasa ga enak sama temen tongkrongan untuk melangkah beribadah untuk meninggalkan kemaksiatan menuju taubat dan hidup yang lebih baik.

Bersama Punkajian ia membentuk tongkrongan baru, tongkrongan yang lebih berfaedah di Kedai Hijrah, berdiskusi tentang agama dan saling memotivasi untuk tetap tegar di jalan hijrah hingga ke jannah.

Dari kisah sahabat Punkajian di Bekasi, teringat kisah hijrahnya Rasululloh dari Makkah ke Madinah. Rasululloh memutuskan hijrah setelah selama 13 tahun berdakwah di Makkah, selama 13 tahun Rasul terus mendapatkan tekanan, intimidasi, siksaan, perampasan kebebasan beribadah bahkan perampasaan harta.

Ditambah lagi tahun berduka dimana Rasul kehilangan istri tercinta Ibunda Khodijah dan paman yang selama ini menjadi pelindung dakwah Rasul. Yang akhirnya Rasul Hijrah ke Madinah untuk mengembangkan dan menguatkan barisan dakwah.

Namun yang menarik adalah, ketika barisan ummat muslim sudah kuat, ummat muslim tidak kemudian asyik hidup dalam kenyamanan dalam ketaqwaan serta kenikmatan beribadah di Madinah, melainkan Rasululloh beserta para sahabat kemudian kembali ke Makkah untuk kembali berdakwah dan menyebarkan Islam di Makkah, hingga kemudian terjadilah kisah fathu Makkah.

Bila kita kembali dalam kondisi kekinian, ketika sahabat-sahabat Punk yang sudah hijrah, sudah merasakan nikmatnya beribadah, nikmatnya dalam aqidah yang lurus, nikmatnya dalam naungan agama Islam, maka para sahabat Punk yang sudah hijrah tak hanya asyik dalam beribadah sendiri, tak hanya asyik dengan komunitas barunya. Namun dengan mentauladani metode dakwah Rasul, maka sahabat-sahabat Punk akan kembali ke tongkrongan lama, berjumpa dengan sahabat-sahabat lama, untuk mengajak ke hidup yang lebih baik.

Bukan dengan ajakan dalam kalimat-kalimat formal, namun mengajak dengan memperlihatkan sikap yang lebih baik ketika berinteraksi, menunjukan keramahan dan kepedulian yang lebih dari ketika dalam konteks bandel bareng-bareng.

Sahabat Punkajian Bekasi

Dakwah yang tak harus dengan kata-kata ajakan dan peringatan, namun dakwah yang lengsung memberikan contoh, seperti menolak ketika ditawarkan minuman beralkohol atau ditawarkan halusinasi sesaar dari asap daun cantik yang terbakar.

Dakwah juga bisa dengan langsung bergegas bangkit dari tongkrongan ketika mendengar suara adzan berkumandang, bergegas menuju masjid, dan ketika di tanya mau kemana, dengan ringan menjawab “Gw mau sholat dulu ke Masjid” tanpa merasa risih dan ga enak meninggalkan teman di tongkrongan, atau bahkan bisa mengajak mereka untuk ke masjid bareng.

Kajian Bulanan Punkajian di Lesehan Cah Gembul

Dakwah itu indah, Islam itu mudah, syurga itu seluas langit dan bumi, ajaklah teman-teman Punk sebanyak mungkin ber-Hijrah, agak kita nanti kita bisa nongkrong bareng di pinggir sungai bernaung pohon besar yang sejuk, beralaskan karpet-karpet empuk lengkap dengan bantal dan ditemani bidadari. Jangan tunda taubatmu, kawan, karena umur tak ada yang pasti, jangan tunda taubatmu kawan, karena syurga dan neraka adalah hal yang pasti. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *