Menikah Syar’i itu Indah dan Mudah

Pernikahan adalah sebuah syariat, ada pahala kebaikan bagi siapa saja yang menyelenggarakannya. Sebuah kebaikan, hendaknya dimulai dengan cara yang baik, sesuai dengan tuntunan syari’. Jangan sampe memulai kebaikan dengan maksiat.

Salah satu jalan kebaikan itu adalah terselenggaranya pernikahan syar’i, Islam memberikan solusi agar proses pernikahan berjalan lebih mudah, murah, dan tentu terjaga dari maksiat.

Faktanya di masyarakat saat ini pada saat pasangan yang ingin menikah sudah mulai memahami proses pernikahan sesuai syariat, namun ketika akan menjalankan proses tersebut sering terjadi penentangan dari pihak keluarga, yang masih tetap memilih anaknya melaksanakan pernikahan seperti kebiasaan masyarakat.

Kalaupun ada yang paham, tetap mengutamakan hawa nafsunya. Gengsi atau merasa ganjil karena tak sesuai adat kebiasaan.

Bukan berarti membendung adat sama sekali, tetapi lebih kepada menghilangkan kebiasaan masyarakat yang melampaui batas, melampaui aturan adat itu sendiri serta mengenalkan kepada masyarakat bagaimana proses pernikahan dalam Islam itu mudah, murah dan jauh dari kemubadziran.

Di sisi lain bagaimana melaksanakan pernikahan sesuai adat tetapi tidak melanggar aturan syar’i sehingga pernikahan syar’i tetap terlaksana, itu hanyalah permasalahan teknis.

Nantinya akan ada efek positif bagi masyarakat, bisa jadi para tamu undangan akan menganggap aneh, di sisi lain mereka juga akan mendapatkan pelajaran baru mengenai syariat Islam dalam pernikahan. Bisa menjadi hal unik dan semakin penasaran untuk mempelajari syariat Islam lebih dalam lagi.

Disinilah bentuk dakwah shohibul hajah kepada para undangan dan masyarakat, berupa edukasi, dakwah bil hal. Jadi, penting sekali bagi kita untuk terus berdakwah kepada keluarga dengan cara yg ma’ruf, penuh kesabaran dan tentunya disertai dengan strategi dakwah yang mapan, sesuai dengan karakter keluarga.

Tahapan dakwah keluarga ini harus sudah berjalan jauh-jauh hari sebelum pernikahan, tidak mendadak, hal ini dilakukan agar keluarga bisa memiliki waktu yang panjang untuk memahami dan menerima sehingga nantinya bisa sepakat dan menyetujui. Namun, bila tidak ada dakwah sebelumnya, ada kemungkinan akan terjadi gesekan dalam mempertahankan prinsip masing-masing.

Hal ini jangan sampai terjadi, karena yang diinginkan dalam jalannya pernikahan adalah keberkahan. Bila ini terjadi, satu satunya jalan adalah pertimbangan mudhorot dan maslahat. Celah apa yang bisa dimasuki agar tetap syar’i walau sedikit.

Jangan cuma pasrah dengan keadaan. Bagaimana bisa berkah bila dimulai dengan cara-cara yang jauh dari keberkahan. Sudah pasti setiap apa yang kita selenggarakan tetap akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat.

Untuk itu, saya mengajak kepada siapapun yang sedang atau akan segera menikah, alangkah baiknya pelajari dulu apa- apa yang dilarang dan dianjurkan dalam Islam terkait jalannya pernikahan.

Selain itu, jangan lupa ada tugas dakwah juga kepada orang tua dan pihak keluarga, sehingga kelak saat pernikahan berlangsung tidak ada lagi gesekan dalam mempertahankan prinsip.

Semoga Allah subhanahu wata’la memudahkan upaya niat baik kita serta diberikan keberkahan bagi kita semua. Aamiin

~ Angga CDR ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *