Krisis Identitas

Sebuah fenomena yang dilatar belakangi oleh degradasi akidah yang lepas dari sendi-sendi Keislaman seorang manusia, dengan dalih yang diajukan oleh akal relevansi hingga membanjiri kaidah hukum yang haq. Ya, hukum dari undang-undang Allah Azza wa Jalla.

Pola pikir yang terlalu banyak mengadaptasi keterbukaan akal tanpa adanya kontrol dari hukum syariat Islam yang saat ini banyak terjadi dengan segudang alasan semisal : adat, budaya, ideologi kebangsaan, toleransi, gaya hidup, dan politik. Yang secara jelas semua hal tersebut akan menggerogoti sedikit demi sedikit identitas seorang muslim, hingga seorang muslim akan keluar dari pola hidup yang sesuai dengan yang Allah Azza wa Jalla anjurkan. Identitas seorang Muslim meliputi segala aspek yang ada dalam kehidupan manusia, dilihat dari cara berpakaian hingga hubungan muamalah antar mahlukNya dengan adab yang baik.

Karena kita diperintahkan untuk masuk kedalam Islam secara keseluruhan oleh Allah Azza wa Jalla, sehingga wajib bagi kita untuk mengikuti apa-apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan ataupun menjauhi segala apa yang Ia  larang sesuai dengan FirmanNya dalam surat Al-Baqarah ayat 208 :

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”.

Amat disayangkan banyak ummat Islam yang terjebak dalam dilematis antara mengikuti apa yang Allah dan RasulNya perintahkan untuk menjadi seorang Muslim yang bangga akan identitasnya dimana ia berusaha menjadi seorang Muslim secara kaffah, atau pilihan untuk mengikuti keinginannya sesuai dengan hawa nafsunya yang kerap membawa manusia terjerumus pada krisis identitas seorang muslim karena mengalami degradasi akidah. Baik karena lingkungan pergaulan, adat, ataupun karena malasnya belajar dan beramal.

Sudah seharusnya kita berbangga diri dengan segala identitas kita sebagai seorang muslim, yang mana telah distandarkan oleh Islam karena jelas dalam rangka berdakwah sekaligus  penyebar luasan syiar Islam, juga untuk menentukan sikap tegas bahwa kita senantiasa mengikuti sunnah Rasulullah shallallu alayhi wasallam yang oleh karena hal tersebut berarti kita tengah mencintai Rasulullah shallallhu alayhi wasallam. Kemudian juga adalah sebagai pembeda dengan orang-orang kafir atau musyrikin.

Jangan pernah malu, ragu, enggan ataupun takut.

Perbaiki niat,
Upgrade kapasitas keilmuan Islam,
Luruskan Aqidah,
Amalkan syariatNya,
Dan Syiarkanlah
Semoga kita adalah hambaNya yang senantiasa bertaqwa.
Sami’na wa Atha’na.

Allahu a’lam bis-shawab.
Rizky Abu Aisyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *