Akselerasi Amal Sambut Ramadhan

Setiap manusia pasti memiliki potensi memberi kebaikan untuk orang lain, walaupun hal ini dilakukan tanpa sadar seolah dalam dirinya tak ada niatan untuk berkontribusi dalam aktivitas dakwah. Dari ketidak sengajaan, disela-sela kehidupan akan rutinitas sehari-hari, terseliplah keinginan untuk merubah diri menjadi lebih baik dan setahap demi setahap menyadari kealpaan dalam beribadah kepada Allah SWT. Ini membuktikan fitrah manusia itu adalah baik. Semua itu adalah keharusan sebagai manusia yang yakin dan berpedoman kepada agama Islam yang mulia ini, dengan harapan terselamatkan kehidupannya baik di dunia dan di akhirat.

Sedikit ungkapan hati saya terhadap terhadap kondisi pergaulan remaja dimasa sekarang. Saya mencoba sampaikan kejadian-kejadian yang pernah saya alami dan saksikan, dengan harapan bisa menjadi bentuk kehati-hatian bagi teman-teman yang sedang menjalankan proses hijrahnya.

Tak ada niatan merasa lebih baik dari orang lain, namun ini adalah hanya sebuah bentuk kewajiban sesama muslim untuk selalu saling mengingatkan dalam kebaikan dan ini pun mudah-mudahan bisa menjadi pembelajaran, khususnya bagi saya yang memang harus banyak belajar memahami agama mulia ini.

Bulan Ramadhan sebentar lagi akan datang kepada kita, dan kita semua pasti berharap bulan Ramadhan dapat hadir kembali dalam kehidupan kita. Sadar, dalam diri ini masih merasa banyak sekali dosa, oleh karena itu Ramadhan menjadi sebuah harapan, bagaimana cara agar dosa-dosa saya dimasa lalu bisa Allah maafkan. Walaupun sudah berikrar hijrah, namum masih merasan cemas apakah benar Allah maafkan kesalahan saya. Rasa harap dan cemas ini merupakan sebuah rasa yang ditumbuhkan selama proses hijrah dan belajar agama.

Perasaan harap agar kita termasuk golongan yang selamat kelak diakhirat, dan tetap cemas apakah segala kegiatan kita Allah terima atau cemas akan kesalahan-kesalahan yang pernah klita perbuat akan diamnpuni-Nya. Bila sudah memiliki rasa harap dan cemas, otomatis dalam menjalani kehidupan ini kira akan lebih berhati-hati, tidak seenak udelnya.

Lalu apa yang kita butuhkan, sementara umur sudah tua, ilmu pas –pasan, sudah ketinggalan jauh kita ? Jawabannya adalah terus belajar agama dan mulai akselerasi amal (percepatan amal).

Nah, sebelum datangnya bulan Ramadhan, kita sudah mulai harus mempersiapkan dan mulai menyetop segala maksiat. Jangan saling bermusuhan, bila ada pertikaian, segeralah islah (berdamai). Menjelang bulan Ramadhan yang mulia, ada 2 bulan mulia sebelum Ramadhan hadir di tengah kita, yaitu bulan Rajab dan Sya’ban. Dalam bulan Rajab ini nilai pahala ibadah akan dilipat gandakan. Oleh karena itu, manfaatkan waktu itu untuk terus beribadah perbanyak ibadah sunnah, sudah tentu dimulai dengan menyempurnakan ibadah yang wajib dahulu, seperti menjalankan sholat wajib berjama’ah dimasjid.

Tetap semangat dalam beribadah, nikmati proses hijrah kita dengan fokus beribadah, sampai nanti bulan Ramadhan menjumpai kita, bulan penuh ampunan, bulan penuh berkah.

Salah satu nikmat diantara banyaknya nikmat yang Allah berikan adalah nikmat sebagai umatnya Nabi Muhammad SAW dibanding dengan dengan umat-umat terdahulu yang begitu ketat dalam beribadah namun sedikit pahalanya. Dalam Islam, setiap bulan Islam memiliki keutamaanya, ada beberapa bulan yang melipatkan ganjaran pahala didalamnya. Jadi, sangat sayang dilewatkan. Untuk itu perlulah kita mengaji, sehingga paham. Pasti akan berbeda orang berilmu dengan orang tidak berilmu. Orang berilmu akan lebih efektif dalam hal waktu. Orang tidak berilmu akan sering mebuang-buang waktu percuma, menjalankan segalanya tidak memiliki nilainya dihadapan Allah swt. Semuanya zonk … sia-sia. Jangan sampai kita begitu.

Dalam bulan Ramadhan banyak sekali keutamaannya. Selain kita wajib menjalankan salah satu rukun Islam yaitu shaum Ramahan, ada nilai lebih setiap ibadah yang kita jalankan. Tapi faktanya, banyak yang menyia-nyiakan bulan Ramadhan. Bahkan kejadian menyia-nyiakan bulan Ramdhan ini sudah terjadi sejak Nabi SAW hidup.

Rasulullah SAW bersabda : “ Jika umatku tahu nilai yang ada dalam bulan Ramadhan, maka pasti mereka berharap seluruh bulan menjadi bulan Ramadhan”.

Saudaraku, sudah saatnya kita semangat mendalami Islam. Banyak yang kita tahu dan sangat bermanfaat untuk proses perubahan kita menjadi lebih baik lagi. Iman saja tidak cukup bila tidak ada ketaqwaan kepada Allah swt. Sering datangi kajian-kajian ilmu agama Islam, atau datangi para ustadz demi membina rohani kita.

Tempatkan kemuliaan Islam dalam hidup kita. Tinggalkan segala hal kesia-siaan. Akhirat saat ini hanya sebuah cerita, namun bila kita mati nanti, dan mati itu pasti, dunia tinggalah cerita.

Kesempatan dalam menumpuk amal itu cuma ada di fase dunia saja. Setelah itu Allah akan menyeleksinya, apakah kita termasuk golongan umat yang dirahmati-Nya atau dilaknat-Nya. Kemudian, mencoba kritis atas tindakan kita terdahulu sebelum hijrah, sehingga tampaklah kejelasan apa tujuan kita setelah hijrah. Pikirkanlah benar atau salah.

Masuk ke bulan Ramadhan dalam membahas keutamaannya. Bulan Ramadhan bisa disebut sebagai pembeda antara hak dan batil. Kenapa? Kareana merupakan sebagai catatan sejarah yang harus kita yakini, bahwa semua kitab Allah turun kepada umatnya sebagai pedoman, diantaranya Nabi Ibrahim As menerima shuhufnya (lembaran kecil), Nabi Daud As menerima Zabur, Nabi Musa menerima Taurat dan Nabi Isa As menerima Injil. Kita wajib meyakini akan kitab-kitab umat terdahulu seperti diterangkan dalam Al Qur’an Surah An Nissa ayat 136. Dan Al Qur’an diturunkan sebagai momentum untuk menurunkan petunjuk-Nya.

Kemuliaan bulan Ramadhan seolah-olah dihilangkan segala keburukan dengan penuhnya ibadah kepada Allah SWT, sesuai petunjuk Nabi Muhammad SAW. Mungkin ini salah satu berkahnya Ramadhan, semua mendadak soleh, semua mendadak Islami.

Kemuliaan itu terjaga diantara orang-orang yang beriman dan beramal soleh, seperti kita tau pada umumnya nilai kebajikan dilipat gandakan 10 kali lipat dan ibadah wajib dilipat gandakan menjadi 70 kali lipat, serrta ibadah sunnah disamakan seperti ibadah wajib begitu seperti sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Muslim.
Masyaa Allah, begitu baiknya Allah kepada hamba-Nya. Ini kesempatan untuk memperoleh segala kebaikan itu. Terus jangan lelah dalam bertaubat. Lakukan segalanya semata-mata mengharapkan ridha-Nya atas dasar perubahan yang lebih baik.

Dalam pergaulan kita di scene underground, sementara kita sedang dalam proses hijrah, ada kegiatan yang berpotensi melalaikan saat bulan Ramadhan. Semisal gigs studio setelah tarawih atau menjelang berbuka. Dulu saat saya masih aktif di scene, kegiatan ini sering saya ikuti dan sempat pernah ditawari perform dalam acara tersebut (saat saya masihmenjadi vokalis band punk saya). Tema memang positif, namun bila acara berlangsung apakah akan menjamin peningkatan ketaqwaan kita? Atau malh bisa melalaikan ibadah sholat wajib, atau sholat taraweh yang juga menjadi bagian keutamaan bulan Ramadhan, bisa dinilai sendiri.

Bila dengan tujuan menjaga silaturahmi, bisa dengan cara lain yang lebih nyaman dan efektif tentunya. Mungkin bila ingin, carilah kegiatan yang mendukung peningkatan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Dan menambah pengetahuan kita dalam keislaman. Semakin kuatVberpegang teguh agama kita, maka harus tegas dan kritis demi perubahan kita menjadi lebih berarti.

Akan sangat disayangakan apabila sudah memiliki niatan untuk hijrah, namun diVwaktu lain pengaruh untuk membawa kembali kepada kemaksiatan datang bertubi-tubi dan akhirnya kalah. Memang itu ujian, tapi bisa disiasati dengan seringnya dimana kita bergaul. Begitulah ini pernah dialami teman saya di saat itu ingin ia mengikuti pengajian pekanan beberapa kali dan sudah sering saya ajak , namun sering gagal hadir dengan berbagai alasan. Ternyata lingkungan lamanya masih mendominasi kesehariannya. Dia telah enjoy dengan lingkungannya. Sebagai seorang shabat yang sama-sama dalam proses hijrah, perlulah mendatanginya, tanya kehidupannya, kemudian berbicara dari hati ke hati.

Di lain aktivitas yang dapat menggugurkan amalan kita di bulan Ramadhan salah satunya adalah interaksi kita didunia maya. Sepele memang, tapi ini mampu membuat ibadah kita kacau. Jika kita memiliki akun jejaring sosial seperti facebook, sering kita temukan hal yang aneh-aneh, yang dapat mengacaukan pikiran kita jauh dari pengawasan Allah SWT.

Tidak usah ragu dan merasa bersalah remove saja atau perlu di-block sekalian sehingga tak mengganggu dan nuga sebagai upaya kita dalam peningkatan iman dan taqwa di bulan Ramadhan. Mulailah keras akan hal itu, nafsu yang menipu, bisikan-bisikan negatif yang tak bosan-bosan mengganggu kita. Gunakan media sosial sewajarnya, bisa sebagai sarana alternatif belajar kebaikan dan menambah khazanah kita . Berbagi kebaikan itu lebih baik dari pada ngelakuin hal yang aneh-aneh, namun tetap kroscek dulu kebenaranya dan pertimbangkan lagi perlu di-share atau tidak, begitu guru pengajian pekanan saya sering mengingatkan. Tahan nafsu jari dalam bermedia sosial.

Kang Ucay- Kajian Bulanan Punkajian

Saudaraku, masa lalu biarlah berlalu, biarlah menjadi pembelajaran untuk saat ini dan jangan bosan demi mengharapkan ridha Allah SWT, terus bersemngat menggapainya. Bagaimana Allah akan menurunkan rahmat-Nya pada kita sementara kita enjoy dalam kemaksiatan. Terus bertaubat tanpa mengenal lelah. Dalami Islam, dalami agama kita sehingga kita paham dan tercelup sepenuhnya oleh agama mulia ini. Hijrah itu jangan setengah-setengah setengah-setengah begitu kata kang Ucay di kajian bulanan Punkajian.
Bulan Ramadhan memberikan kesempatan kepada hamba yang beriman untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, karena begitu besarnya pahala yang dijanjikan Allah swt. Semua manusia memiliki hak yang sama dalam hal ibadah ini, walaupun masih dalam proses hijrah itu tidak menjadikan halangan, semua mempunyai kesempatan.

Teruslah berusaha beribadah dalam heningnya malam, teruslah berusaha untuk menangis dalam rakaat demi rakaat tahajud kita. Semoga setiap tetes air mata penyesalan akan dosa-dosa, akan meluluhkan dosa-soda kita di masa lalu, dan menjadikan saksi kebaikan diakherat kelak dan jangan berputus asa dari rahmat Allah SWT.

kita tidakLAH berjalan sendirian, selalu ada Allah yang membersamai kita yang yang terus mengawasi di setiap langkah kita, mengadulah pada-Nya agar dikokohkan dalam jalan kebenaran. Jangan sampai kita menjadi kaum yang celaka, setelah melewati bulan Ramadhan tidak ada bekas perubahan dalam hal ketaqwaan kepada Allah swt.
Semoga kita semua disatukan dalam jannahNya. Aamiin.

Angga-CDR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *