Antara Puisi Sukmawati, Adzan dan Vocalis Punk Rock

Baru-baru ini kita menyaksikan syariat Islam kembali dilecehkan oleh seorang tokoh wanita kenamaan negri ini. Dalam puisinya disampaikan di muka umum dan dibaca pada catatan secarik kertas, ini menandakan memang sudah ada niat melecehkan. Wong pidato tanpa naskah yg SARA aja bisa diperkarakan, apalagi ini dengan teks naskah. Pikir coba…. Katanya dibaca dalam acara besar dan diliput oleh stasiun TV, entah saya gak tau sudah lama saya jarang nonton TV. Saya dapet beritanya juga dari medsos. Maklum, pegiat medsos juga walau cuma like share like share doang.

Dahulu sebelum aksi Bu Suk ini, ada anak muda yg katanya kreatif melecehkan syariat Islam juga. Dengan bakat stand-up komedinya, tampil di muka umum ngelawak bawa-bawa syariat Islam.  Setelah mendapat respon yg luar biasa dari umat Islam, barulah mereka minta maaf.

Tetap, permintaan maaf saja tidak cukup, hukum harus ditegakkan, biar ada efek jera juga buat orang-orang bodoh agar gak sembarangan berkata. Bisa rusak umat ini bila orang-orang bodoh semacam ini dibiarkan menjamur. Harusnya pemerintah tegas dan bersikap adil, tapi faktanya pemerintah pura-pura buta.

Di lain cerita ketika ada sindiran-sindiran terhadap kesalahan pemerintah, langsung di pidanakan dan berakhir di jeruji besi. Seolah-olah, presiden lebih sakral  dibanding syariat Islam. Padahal, negara ini berikrar bahwa  ini negara hukum. Menjunjung tinggi hukum dan nilai-nilai luhur. Hallah preketek!! !. Bohong. Entah ini yang rusak manusianya atau sistemnya. Sepertinya hukum mampu dikendalikan oleh segelintir iblis berwujud manusia dan terkesan keberpihakan… Bakal semakin banyak orang bodoh melecehkam syariat Islam bila hukum mengatasinya tidak adil. Akan semakin rusak masyarakatnya bila perangkat hukumnya seperti ini. Jelas …mayoritas punk sudah muak sama sistem negara ini. Selama ada sistem ini, disitu akan ada Punk…dimana-mana begitu. Punk lho ya bukan anjal hheehe…

Kata Bu Suk adzan itu tak seindah nyayian kidung ibu Indonesia. Bah… banyak bukti orang kafir masuk Islam karena mendengar adzan. Bisa dicek, di negara negara Eropa sana, situ kan orang berduit, jalan-jalan lah ke Eropa… Disana, adzan-azan yg dikumandakan itu terdengar indah-indah. Banyak orang kafir disana berbondong bondong masuk Islam. Salah satunya karena mendegar lantunan indah suara adzan.

Pertumbuhan Islam di Eropa kini semakin pesat dan terus bertambah. Dan mulai banyak masjid-masjid baru dari gereja-gereja yg dijual karena minat ibadah jamaatnya menurun drastis. Mungkin, karena Bu Suk jarang piknik ke kampung-kampung di penjuru Indonesia, jadi cuma denger satu adzan saja yang sumbang langsunf dibilang ga indah, ga merdu.

Oke saya berpositif thinking, boleh jadi, adzan didekat rumahnya sumbang, yang adzan mungkin orang tua yang kian mulai melemah. Mungkin komplek tempat tinggal Bu Suk didominasi kaum tua, yg anak-anaknya sudah pada hijrah ketempat lain karena menikah. Komplek dimana para kakek nenek momong cucu tiap hari.

Wah… PR ini. Bisa kita saksikan juga di beberapa tempat  yg memakmurkan masjid  hanya kaum tua. Anak-anak mudanya kemana? Tanya kenapa?
Harusnya, anak-anak muda itu mulai ambil alih tugas muadzin yang udah aki-aki, kalo muadzinnya anak muda bisa adzan dengan suara lantang mengumandangkan adzan. Padahal kalo tau, pahala orang yg mengumandakan adzan itu besar lho. Kalo bisa, digilir adzannya biar kebagian juga jatah pahalanya buat yg lain. Ayo, semangat kembali memakmurkan masjid. Kasian itu orang tua, udah batuk² masih disuruh adzan… mendengarnya pun gak tega…

Seruan Adzan kepada vokalis Punk Rock

Dalam dirimu ada bakat, jangan dibabat
Dulu seorang  vokalis, kini bantulah mengusir iblis
Dulu mengkritik kebijakan pemerintah tanpa arah
Kini setelah hijrah, waktunya perbarui langkah
Salurkan bakat vocalmu untuk  mengumandangkan adzan. Usir setan-setan itu biar lari tunggang langgang
Karena cuma setan yg takut akan suara adzan
Tetap pada pendirianmu sebagai seorang vocalis
Ambil alih mic, istirahatkan para orang tua kita yang sudah mengumandangankan adzan berpuluh-puluh tahun
Lakukan kembali tugas mulia ini
Kumandang adzan ditiap waktu sholat tiba di mushola-mushola atau masjid-masjid tempat tinggalmu…
Agar tetap terdengar indah  dan menggelora lantunan adzan di bumi Nusantara.
Yeaah!!!

~Angga CDR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *