Hijrah : Keras di Jalan, Lembut di Rumah

Sebagian teman-teman scene yang memutuskan untuk hijrah, dam kemudian mulai belajar Islam, terkadang masih membawa sifat kasar dan keras ke dalam rumah tangganya, bersikap kasar terhadap istri dan anaknya. Wajar, karena mereka sudah sangat lama hidup dalam kerasnya distorsi musik, budaya, pemahaman bahkan karena mereka sudah sangat lama dalam hidup dalam kerasnya kehidupan jalanan.

Karakter keras lelaki seoerti ini, yang terbentuk dalam kehidupan keras, bukan baru terjadi di masa saat ini, hal ini sudah mulai terasa ketika ajaran Islam belum datang di dunia ini. Ketika Islam diwahyukan kepada Rasululloh di tengah kaum Quraisy, yang terkenal dengan karakter yang keras namun memiliki sifat fitrah untuk menerima kebenaran, maka menjadi sebuah keanehan luar biasa ketika mereka melihat Rasululloh mencium anak-anak kecil di depan umum, karena bagi bangsa Arab saat itu, hal ini adalah sebuah hal yang tidak biasa bahkan dianggap lemah dan memalukan.

جَاءَ أَعْرَابِى إِلَى النَّبِى صلى الله عليه وسلم فَقَالَ : تُقَبِّلُونَ الصِّبْيَانَ ، فَمَا نُقَبِّلُهُمْ ، فَقَالَ النَّبِى صلى الله عليه وسلم أَوَأَمْلِكُ لَكَ أَنْ نَزَعَ اللَّهُ مِنْ قَلْبِكَ الرَّحْمَةَ

Datang seorang arab badui kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata : “Apakah kalian mencium anak-anak laki-laki?, kami tidak mencium mereka“. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Aku tidak bisa berbuat apa-apa kalau Allah mencabut rasa rahmat/sayang dari hatimu” (HR Al-Bukhari no 5998 dan Muslim no 2317)

Islam datang untuk menyempurnakan akhlak, Islam datang membawa kelembutan, Islam datang untuk mejadikan hidup ini indah dan penuh kasih sayang. Hijrah adalah sebuah kata penuh kepastian tekad untuk mejadi lebih baik, maka sikap kepada kelaurga yang harus menjadi lebih baik pun adalah sebuah keharusan..

قَبَّلَ النَّبِىّ صلى الله عليه وسلم الْحَسَنَ بْنَ عَلِىٍّ ، وَعِنْدَهُ الأقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ التَّمِيمِىُّ جَالِسًا ، فَقَالَ الأقْرَعُ : إِنَّ لِى عَشَرَةً مِنَ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ مِنْهُمْ أَحَدًا ، فَنَظَرَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم، ثُمَّ قَالَ : مَنْ لا يَرْحَمُ لا يُرْحَمُ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium Al-Hasan bin ‘Ali, dan di sisi Nabi ada Al-Aqro’ bin Haabis At-Tamimiy yang sedang duduk. Maka Al-Aqro’ berkata, “Aku punya 10 orang anak, tidak seorangpun dari mereka yang pernah kucium“. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallampun melihat kepada Al-‘Aqro’ lalu beliau berkata, “Barangsiapa yang tidak merahmati/menyayangi maka ia tidak akan dirahmati” (HR Al-Bukhari no 5997 dan Muslim no 2318).

Islam mengajarkan kita untuk lemah lembut dan romantis kepada istri kita, seperti dalam sebuah kisah bagaimana Rasul sangat romantis kepada istrinya Aisyah, memberikan pundaknya untuk menjadi sandaran dagu Aisyah, dan mengizinkan Aisyah untuk menempelkan wajahnya ke pipi Rasulullah hal ini terjadi ketika Rasul mengajak Aisyah untuk melihat prajurit Habasyah yang sedang berlatih perang, Rasul menjak Aisyah dengan panggilan Khumairoh, panggilan kesayangan Rasululloh kepada istrinya, dan bersama-sama melihat mereka berlatih pedang dari pintu rumah dengan sangat romantis.

Punk in Love

Kerasnya kehidupan jalanan bukan berarti menghalangi kita untuk bersikap lembut dan menyayangi orang-orang yang kita cintai. Anak, istri, ayah dan isbu adalah orang-orang yang kita cintai dan kita sayangi, belajar menjadi lembut adalah ajaran yang dibawa oleh Rasulullah, maka berusaha sekeras saat kita hidup di jalan, berusaha untuk menjadi lembut kepada mereka yang kita cintai.

Melembutkan hati dengan ibadah, melembutkan hati dengan dzikir, melembutkan hati dengan bertaubat dan memohon ampun atas kesalahan dan dosa di masa lalu. Dengan seperti ini, hati akan menjadi bersih, hati akan menjadi lembut, mata yang dulu kering akan bisa basah dengan air mata karena takut kepada Allah, karena bersyukur masih diberikan kesempatan bertaubat, dan diberikan kekuatan untuk mejadi orang yang lebih baik dari kehidupan di masa lalu. (Red/Ang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *