Lelaki itu Kerja

وَعَنْ اَبِى عَبْدِاللهِ الزُّبَيْرِبنِ العَوَّامِ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللهِ :لأَنْ يَأْخُذَ اََحَدُكُمْ اَحْبُلَهُ ثُمَّ يَاْتِى الْجَبَلَ فَيَاْتِىَ بِحُزْمَةٍ مِنْ حَطَبٍ عَلَى ظَهْرِخِ فَيَبِيْعَهَا فَيَكُفَّ اللهُ بِهَا وَجْهَهُ خَيْرٌلَهُ مِنْ اَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ اَعْطَوْهُ اَوْ مَنَعُوْهُ.
 .
Dari Abi Abdillah (Zubair) bin Awwam Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya, seorang di antara kalian membawa tali-talinya dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar yang diletakkan di punggungnya untuk dijual sehingga ia bisa menutup kebutuhannya, adalah lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik mereka memberi atau tidak”. [HR Bukhari, no. 1471].
 .
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan umatnya supaya berusaha memenuhi hajat hidupnya dengan jalan apapun menurut kemampuan, asal jalan yang ditempuh itu halal. Jangan sampai terjebak dalam sebuah prinsip jahiliah “Nyari yang haram aja susah, apalagi yang halal, yang penting bisa hidup“. Kemandirian dan tekad mencari rezeki yang halal dengan semangat sebagai seorang lelaki sangat ditekankan dalam nilai-nilai Islam, bisa mencukupi kebutuhan hidup tanpa merugikan orang lain, bahkan prinsip berpenghasilan dan memberikan manfaat untuk orang lain adalah sebuah nilai yang sangat mulai dalam Islam.
 .
Dalam hadist di atas di perintahkan untuk berusaha dengan keras untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Islam tak mengenal gengsi duniawi, Islam hanya mengenal takut kepada ALLAH Azza wa Jalla. Ketika seorang lelaki mengalami kesulitan dalam mencari rezeki, maka yang dipikirkan adalah bagaimanapun juga, laki itu harus kerja, memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarga, menjadi pekerja serabutan, pekerja kasar seperti mengambil kayu bakar di hutan itu lebih terhormat daripada meminta-minta dan menggantungkan diri kepada orang lain, yang penting halal yang penting berkah.
.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendidik dan mengarahkan ummat Islam untuk menjadikan umatnya sebagai insan-insan terhormat dan terpandang, dan bukan umat yang lemah lagi pemalas. Tak ada kata malas, tak ada kata malu, tak ada kata bergantung pada makhluk, semua hanya memohon kepada ALLAH, berusaha di jalan-Nya dan berharap kebaikan-Nya.
 .
Do it your self, lakukan dengan kemandirian, berusaha keras semampusnya, bagi muslim tidak halal meminta-minta kepada orang lain, baik mereka memberi atau tidak. Lebih terhormat menjadi pencari kayu bakar di hutan, menjadi pekerja keras di pelabuhan, menjadi pemecah batu di pinggir jalan, daripada seorang laki hanya menengadahkan tangannya, berharap belas kash manusia lain. Laki itu kerja. Meminta-minta atau mengemis dalam Islam merupakan perbuatan yang hina dan tercela.
.
Laki itu Kerja
.
Hidup ini memang keras, mencari rizki memang sulit, yang perlu kita pahami dan kita lakukan adalaj bagaimana kita terus berusaha  dengan jalan yang benar dengan cara yang halal tak merugikan orang lain, dan tentu akhirnya  tidak menafikan tawakkal kepada Allah, karena Allah maha memiliki dan maha pemberi.
.
Jangan pernah menganggap remeh jenis usaha apapun, meskipun usaha itu, meskipun pekerjaan itu hina dalam pandangan manusia, yang penting halal, yang penting berkah, yang penting Allah Azza wa Jalla ridho terhadap apa yang kita kerjakan. (Red/Ags)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *