Putuskan Jomblo Setelah Ikut Punkajian

Punkajian gelar ruqyah syar’i atas permintaan beberapa teman-teman, yang akan dipandu oleh Ust. Ahmad Sadzali Lc. Uniknya diskusi seru dua hari menjelang pelaksanaan ruqyah terjadi di grup whatsapp Punkajian, mulai dari pertanyaan apa itu ruqyah, persiapan apa aja yang perlu disiapkan, sampai kira-kira efek apa yang akan terjadi setelah mengikuti ruqyah. Tapi namanya bocah, ada aja pertanyaan yang ga nyambung “Mas… Setelah Ruqyah bisa dapet istri yang sholehah ga mas..?” celetukan Dio yang polos dari lubuk hati yang paling dalam.

Mulailah di grup berubah tema diskusi dari tema ruqyah jadi tema jomblo mencari cinta. setelah Dio nanya, giliran Guntur nyautin “Gw aja pas abis punkajian mutusin buat jomblo“. Dan akhir teman-teman Punkajian memberikan dukungan ke Guntur yang memutuskan untuk jomblo sampai sah, alias akan menjomblo sampai siap menikah.

Perkara memutuskan jomblo terlihat becandaan saja, namun jika dipikirkan lebih dalam, seseorang yang berani memutuskan untuk menjomblo alias tidak mau pacaran dibutuhkan keimanan yang sangat kuat kepada ALLOH SWT, terutama dalam perkara kepastian jodoh, yakin kalo ALLOH akan memberikan jodohnya, meskipun tidak melalui proses pacaran yang sangat rentan terjerumus dalam dosa, dan parahnya lagi dengan resiko itu masih ditambah belum tentu menikah dengan pasangan yang sudah dipacari bertahun-tahun, karena endingnya bisa diluar perencanaan.

Dio pun melalui hasil dikusi kini yakin dengan komentar yang diberikan ke Guntur “Mantep tur kalo bang angga semoga dapat yang lebih baik diwaktu yang tepat, hahahaha…“.

Lalu pertanyaannya gimana kalo udah terlanjur pacaran lama, dan terlanjur jatuh cinta ? ini adalah solusi yang diberikan sama Angga yang sudah lebih dulu menikah tanpa pacaran :

Klo udah terlanjur pacaran…taubat bareng…ajak ceweknya masuk kejenjang yg lebih serius…bicarakan pernikahan…. Klo cewenya gak mau karena ini atau itu banyak alasan pokoknya…. putusin… lupakan….. Berjuang menghindari dosa itu mulia, memang untuk hal semacam ini kadang perlu sedikit radikal”

Angga kerap kali menceritakan bagaimana indahnya pacaran setelah menikah, semua menjadi halal dan berkah, tanpa batas dan tanpa takut terjerumus dosa, bahkan jika pacaran setelah menikah akan menjadi ladang pahala ketika bermesraan dengan pacar yang sah dalam akad nikah.

Angga lalu menguatkan teman-teman jomblo nya “Jangan minder kalo jomblo… jomblo itu mulia .. bagi yang mampu menjaga diri… dan terus memperebaiki diri… manfaatkan waktu dalam menambag ilmu… Selama masih jomblo… terus aja semangat ngaji.. menambah ilmu..

Perang pemikiran melalui berbagai media kini memang parah, sinetron diputar setiap saat, jalan cerita anak ekolah pacaran, berbaju seksi, berpelukan jalan sama pacar seolah menjadi hal yang wajar, dan bahkan jika seseorang tidak melakukan hal tersebut dianggap aneh dan menjadi bahan bully “Jones… Jomblo ngenes“.

Alam bawah sadar seolah terkondisikan dalam pemikiran generasi muda saat ini, hal ini disampaikan Dio dalam chat yang sama “Karena jaman sekarang visual bisa ngelabui isi benak, jadi saya bingung mau ikut arus yang mana? Yang benar tidak benar benar terlihat karena tertutup bayangan yang seolah benar dari si yang salah, tapi kalo untuk islam saya percaya itu arus pembenaran“.

Semoga ALLOH melindungi para jomblo dalam kemuliaan dan terhindar dari kemaksiatan, dan semoga ALLOH memberikan jodoh yang terbaik pada jomblo-jomblo mulia. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *