Ungkapan Hati Seorang Punk dari Belawa

Dia adalah Miki Kosasih seorang Punk yang berasal dari Belawa sebuah desa di kawasan Cirebon Jawa Barat yang sebelumnya memiliki nama tenar Mick Rebel di saat pernah menjadi seorang vokalis untuk sebuah band metal di Bekasi.

Dia adalah Mick Rebel seorang ayah beranak satu dari seorang istri yang dicintainya semenjak ia masih bekerja di sebuah pabrik di tahun 2006 hingga memutuskan untuk keluar dari pabrik di tahun 2010 dan memilih menjadi seorang pengusaha jus buah segar dan sop buah nikmat, karena Punk adalah kemandirian.

Dia adalah Abu Hizam yang sekarang merupakan nama tenarnya di dunia maya, sebagai sebuah sebutan untuk seorang ayah dari seorang anak mungil yang cerdas bernama Hizam yang merupakan hasil cinta kasihnya bersama istri tercinta.

Abu Hizam hijrah dari Belawa untuk berikhtiar ke Bekasi sejak tahun 2006 dan ternyata di Bekasi inilah Abu Hizam mendapatkan jalan hidup yang lebih cerah, baik secara ekonomi maupun secara ruhiyah ia mendapatkan kedamaian dalam hati, karena  di Bekasi ia mendapat kesempatan bertemu dengan teman-teman yang memiliki keinginan yang sama untuk menjadi lebih baik dari masa lalunya, yang memiliki keinginan yang sama untuk lebih dekat dan lebih kenal dengan agama yang sudah ia yakini sejak lahir, dan di Bekasi inilah ia mulai mendalami agama Islam untuk menjadi Muslim yang Kaffah.

Rocker – Abu Hizam

Dia adalah Abu Hizam yang kini menjadi salah satu anggota komunitas Punkajian yang tak jarang menjadi acuan dari beberapa pertanyaan yang diajukan oleh temen-teman Punkajian, anak-anak Punk yang kini juga mulai mempelajari Islam dan ingin hidup bersama Islam lebih dekat dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa hari ini Abu Hizam yang ber-KTP DKI Jakarta mearasakan kegundahan hati atas kasus penistaan Agama Islam, ia selalu mengikuti perkembangan proses hukum sidang kasus penistaan Agama ini. Abu Hizam memiliki harapan besar kepada hukun di Indonesia bahwa hukum bisa ditegakan tanpa memandang suku, agama, ras dan bahkan kedudukan seseorang, terlebih ketika Agama Islam yang ia imani kini dinistakan.

Abu Hizam dalam akun sosial media yang ia miliki menumpahkan isi hatinya, darah seni mengalir deras di tubuh Abu Hizam, sehingga curahan hatinya pun terdengar syahdu namun tak mengurangi ketajaman makna dan ketajaman pesan untuk aparat penegak hukum. (Red/Mik)

Berikut adalah ungkapan hati Abu Hizam di akun Facebook nya :

 

Suara Hati Abu Hizam

Biarkan kuncup bunga mawar itu tumbuh dan mekar dihalaman sejarah yang disirami dari sungai yang mengalirkan darah

Biarkan bunga-bunga itu tumbuh menjadi taman harapan menggantikan batu nisan penindasan dan ketidakadilan

Biarkan harumnya meggantikan bau busuk janji-janji basi para pelacur kebijakan yang saling menjilati kemaluan mereka masing-masing

Jadikan kebencian ini menjadi cahaya yang meluncur kelangit dan menelan kegelapan tatanan moralitas sistem jahiliah negeri tiran.

~ Abu Hizam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *