Unity, Punk, dan Persahabatan dalam Islam

Punk sangat menjunjung tinggi nilai-nilai unity dalam pergaulan dan interaksinya sehari-hari, sebuah rasa persatuan, saling menghormati dan saling membantu khususnya sesama komunitas Punk dan kepada masyarakat disekitar pada umumnya.

Unity dalam komunitas Punk bisa lebih kuat dibandingkan dengan rasa persaudaraan dalam keluarga, karena persaudaraan dalam komunitas dilandasi oleh persamaan pemikiran serta pemahaman dalam menjalani hidup, sedangkan hubungan keluarga hanya dilandasi oleh hubungan darah.

Sebuah keunikan dan kesamaan nilai antara Unity dalam Punk dan Persahabatan dalam Islam. Tercetak dalam sejarah berkembangnya ajaran Islam di Makkah adalah hasil dari persahabatan. Bahwa dimasa awal perkembangan Islam banyak anak yang diusir oleh orangtuanya lantaran anaknya mengikuti ajaran agama yang dibawa oleh Rasululloh Muhammad Shalallohu ‘Alaihi Was Salam, dan dengan keteguhan hati sang anak tetap mengikuti keimanannya dalam ajaran Islam.

Adapula seorang anak dari keluarga mapan, diusir dan tak diberikan secuil hartapun ketika pergi dari rumah karena perihal yang sama, karena menggenggam erat keimanan kepada ALLOH dan Rasululloh, dan ia rela menjadi miskin setelah sebelumnya hidup dalam kemewahan keluarganya demi menjaga iman kepada ALLOH dalam hati mereka.

Dalam masa-masa pengucilan dari keluarga sedarah, tak lain yang membuat mereka bisa tegar bertahan pada keimanan yang benar ialah para sahabat-sahabat mereka yang terlebih dahulu telah beriman kepada ALLOH dan Rasul-Nya, karena memiliki keyakinan dan keimanan yang sama dalam Agama Islam, maka mereka saling mendukung, membantu, memberikan motivasi serta saling menguatkan dalam menjalani kehidupan baru mereka.

Inilah unity dalam Islam, hubungan persahabatan yang dilandasi oleh kecintaan kepada ALLOH Tuhan semesta alam. Persahabatan inilah yang akan menghasilkan kekuatan yang menakjubkan, baik dalam keluhurannya, kebersihannya, maupun keabadiannya, dan dengan landasan kecintaan kepada ALLOH akan membuat seorang muslim akan merasakan manisnya keimanan. Hidup akan terasa manis karena persahabatan ini membuat mereka saling mendukung sehingga membuat hidup terasa nyaman dan terasa ringan.

Islam sangat memberikan perhatian yang besar pada hubungan persahabatan, Islam berkembang hingga seperti saat ini karena hubungan yang sangat baik antara Rasululloh dengan para sahabatnya, sahabat yang sangat dekat dan memberikan kepercayaan penuh kepada Rasul sehingga mereka mau mengikuti ajaran yang mulia yang Rasul sampaikan kepada mereka.

 

Dari para sahabat Rasul inilah Islam berkembang pesat, dengan memanfaatkan berbagai jaringan persahabatan, dan akhirnya seorang sahabat bisa mengajak sahabatnya untuk hidup lebih baik dengan mengimani serta menjalankan ajaran ALLOH dan Rasul-Nya, sebuah ajaran yang komprehensif yang terangkum dalam ajaran Agama Islam.

Untuk menjaga hubungan baik dalam persahabatan, Islam memiliki cara-cara pencegahan ketika ada benih perpecahan, salah satunya ada dalam hadist riwayat Muslim :

“Dari Abî Ayûb al-Anshâriy, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ‘bersabda; ‘Tidak halal seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam di mana keduanya bertemu lalu yang ini berpaling dan yang itu berpaling. Yang terbaik di antara keduanya ialah orang yang memulai mengucapkan salam’. “(HR. Muslim, Hadits No. 2560)

Sungguh sebuah ajaran Agama yang sangat lembut, humanis dan mulia, karena jika lebih dari tiga hari maka api kemarahan akan menyebar dan bertambah panas, sehingga harus segera diselesaikan dengan keikhlasan salah satu diantaranya untuk mengucapkan dalam, sebuah ucapan penuh Doa untuk sahabatnya yang sedang berselisih.

Bahkan ketika dua orang sahabat tak bertegur sapa dan memutuskan hubungan persahabatan selama satu tahun, maka Islam menilai hal itu sama dengan telah membunuh sahabatnya tersebut.

Barangsiapa yang mendiamkan saudaranya selama 1 tahun, maka ia seakan-akan telah menumpahkan darahnya.” (HR. Abu Daud)

Demikian begitu besar perhatian Islam dalam menjaga persahabatan, Islam tak pernah mendiamkan perselisihan antara dua sahabat, semoga dengan hubungan persahabatan yang dilandasi Iman akan menjadi salah satu penyebab kira dan para sahabat dekat kira untuk menikmati indahnya Syurga, sebuah nikmat yang tak pernah terlihat oleh mata, terdengat oleh telinga bahkan tak terbayangnya oleh pikiran manusia. (Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *